Home » Penyakit pada bayi

Penyakit Kawasaki

5 September 2009 One Comment

Penyakit Kawasaki (PK) merupakan penyakit yang umumnya terdapat pada anak balita dan penyakit ini tidak ada hubungannya dengan nama motor Kawasaki.

Gambar dari aafp.org

Gambar dari aafp.org

PK pertama kali ditemukan oleh Dr. Tomisaku Kawasaki seorang spesialis anak di Jepang pada tahun 1967. PK disebut juga sebagai Kawasaki Syndrome  atau Mucocutaneous Lymphnode Syndrome (MLNS). PK pada saat ini telah menjadi penyebab utama dari pada penyakit jantung yang didapat (acquired Heart Desease) di Negara maju seperti Amerika Serikat.

Siapa yang dapat terkena penyakit Kawasaki ini?

Sekitar 80% penderita PK berusia dibawah 5 tahun, pada umumnya anak usia 8 tahun ke atas serta bayi dibawah usia 3 bulan jarang terkena penyakit ini. Penyakit ini lebih sering mengenai anak laki-laki (>60%) yang memiliki keturunan ras Asia, namun PK dapat saja terjadi pada semua golongan etnik lainnya. Lebih dari 4000 kasus PK ditemukan di Amerika dalam waktu 1 tahun. PK di Indonesia pada bulan Januari 2005 dilaporkan mencapai 100 kasus, dimana yang terkena adalah bayi/anak-anak yang berusia 3 bulan hingga 4 tahun. Diprediksikan di Indonesia akan terjadi 6000-7000 kasus PK dalam setahun.

Apa Gejala Penyakit Kawasaki?

Gejala dan tanda-tanda yang dapat muncul adalah sebagai berikut:

  • Badan panas tinggi bisa sampai 39-400C dan berlangsung lama (>5 hari).
  • Ruam kulit kemerahan dengan berbagai bentuk.
  • Tangan dan kaki sembab.
  • Kemerahan dan iritasi pada kedua belah putih mata.
  • Pembengkakan pada kelenjar lymphe (kelenjar getah bening) di leher.
  • Iritasi dan inflamasi pada bibir, rongga mulut dan tenggorokan.
  • Anak merasa tidak nyaman dan rewel.
Gambar dari library.thinkquest.org

Gambar dari library.thinkquest.org

Faktor penyebab PK sampai saat ini belum diketahui dengan jelas namun tampaknya tidak menular dan tidak bersifat menurun. Beberapa hasil studi melaporkan bahwa factor yang penyebab penyakit ini adalah infeksi virus namun hingga saat ini data-data tersebut masih diperdebatkan. Memang diketahui bahwa sangat jarang terjadi dimana lebih dari 1 anak dalam sebuah keluarga yang terkena PK, dan kurang dari 2% dimana seorang anank terkena PK untuk kedua kalinya.

Bagaimana Penyakit Kawasaki dapat mengenai jantung?

Gambar dari bryanking.net

Gambar dari bryanking.net

Bagian yang paling sering terkena dari jantung adalah pembuluh darah koroner. Bagian ini dapat melemah dan melebar (menonjol) dan menjadi aneurisma. Penggumpalan darah dapat terjadi pada area yang melemah ini, sehingga menyumbat arteri tersebut, dimana terkadang menyebabkan serangan jantung (heart attack). Aneurisma dapat juga pecah namun hal ini jarang terjadi. Perubahan lain yang dapat terjadi adalah peradangan/inflamasi pada otot jantung (miocarditis), dan pada kantong yang mengelilingi jantung (pericarditis).

Irama jantung yang abnormal (aritmia) dan radang pada katup-katup jantung (valvulitis) dapat juga terjadi. Biasanya semua masalah yang terjadi pada jantung tersebut akan menghilang dalam waktu 5-6 minggu, namun kadang kala kerusakan pada pembuluh darah koroner bisa menetap untuk waktu yang lama.

Bagaimana Caranya mengobati Penyakit Kawasaki?

Meskipun penyebab pasti PK belum diketahui, beberapa obat tertentu terbukti mampu untuk mengobati penyakit ini, Aspirin misalnya sering digunakan pada penyakit PK untuk menurunkan panas, mengurangi iritasi/ruam kulit, nyeri sendi dan dapat mencegah penggumpalan darah. Obat jenis lain seperti Intravenous Immunoglobulin (IVIG) dipakai untuk mengurangi resiko terjadinya kelainan/kerusakan pada pembuluh darah koroner, ini harus diberikan sedini mungkin.

Sebagian besar informasi dikutip dari AmericanHearth.org

Oleh Dr.F.S. Suherman, Sp.A  -  RSKI Denpasar

Popularity: 3% [?]

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • StumbleUpon
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks

Random Posts

One Comment »

  • Lolita from Bumblee Voice Mixer said:

    Apakah penderita penyakit ini harus dirawat inap di rumah sakit? Jika tidak bagaimana perawatan di rumah yang baik?

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

This site uses KeywordLuv. Enter YourName@YourKeywords in the Name field to take advantage.

Comments links could be nofollow free.