<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Mama &#187; Penyakit pada bayi</title>
	<atom:link href="http://www.ayahbunda.net/category/penyakit-pada-bayi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ayahbunda.net</link>
	<description>Berbagi Cerita Seputar Kehamilan, Mengurus Bayi, Kesehatan Anak dan Tumbuh Kembangnya.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 28 Jan 2010 07:20:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Penyakit Kawasaki</title>
		<link>http://www.ayahbunda.net/penyakit-kawasaki/</link>
		<comments>http://www.ayahbunda.net/penyakit-kawasaki/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 14:41:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>laksmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit pada bayi]]></category>
		<category><![CDATA[kawasaki syndrome]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit kawasaki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayahbunda.net/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Penyakit Kawasaki (PK) merupakan penyakit yang umumnya terdapat pada anak balita dan penyakit ini tidak ada hubungannya dengan nama motor Kawasaki.
PK pertama kali ditemukan oleh Dr. Tomisaku Kawasaki seorang spesialis anak di Jepang pada tahun 1967. PK disebut juga sebagai Kawasaki Syndrome  atau Mucocutaneous Lymphnode Syndrome (MLNS). PK pada saat ini telah menjadi penyebab utama dari pada penyakit jantung yang didapat (acquired Heart Desease) di Negara maju seperti Amerika Serikat.
Siapa yang dapat terkena penyakit Kawasaki ini?
Sekitar 80% penderita PK berusia dibawah 5 tahun, pada umumnya anak usia 8 tahun ke ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penyakit Kawasaki (PK) merupakan penyakit yang umumnya terdapat pada anak balita dan penyakit ini tidak ada hubungannya dengan nama motor Kawasaki.</p>
<div id="attachment_78" class="wp-caption alignright" style="width: 320px"><img class="size-full wp-image-78" title="gejala penyakit kawasaki" src="http://www.ayahbunda.net/wp-content/uploads/2009/09/gejala-penyakit-kawasaki.gif" alt="Gambar dari aafp.org" width="310" height="503" /><p class="wp-caption-text">Gambar dari aafp.org</p></div>
<p>PK pertama kali ditemukan oleh Dr. Tomisaku Kawasaki seorang spesialis anak di Jepang pada tahun 1967. PK disebut juga sebagai Kawasaki Syndrome  atau <em>Mucocutaneous Lymphnode Syndrome</em> (MLNS). PK pada saat ini telah menjadi penyebab utama dari pada penyakit jantung yang didapat (acquired Heart Desease) di Negara maju seperti Amerika Serikat.</p>
<p><strong>Siapa yang dapat terkena penyakit Kawasaki ini?</strong></p>
<p>Sekitar 80% penderita PK berusia dibawah 5 tahun, pada umumnya anak usia 8 tahun ke atas serta bayi dibawah usia 3 bulan jarang terkena penyakit ini. Penyakit ini lebih sering mengenai anak laki-laki (&gt;60%) yang memiliki keturunan ras Asia, namun PK dapat saja terjadi pada semua golongan etnik lainnya. Lebih dari 4000 kasus PK ditemukan di Amerika dalam waktu 1 tahun. PK di Indonesia pada bulan Januari 2005 dilaporkan mencapai 100 kasus, dimana yang terkena adalah bayi/anak-anak yang berusia 3 bulan hingga 4 tahun. Diprediksikan di Indonesia akan terjadi 6000-7000 kasus PK dalam setahun.</p>
<p><strong>Apa Gejala Penyakit Kawasaki?</strong></p>
<p>Gejala dan tanda-tanda yang dapat muncul adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Badan panas tinggi bisa sampai      39-40<sup>0</sup>C dan berlangsung lama (&gt;5 hari).</li>
<li>Ruam kulit kemerahan dengan      berbagai bentuk.</li>
<li>Tangan dan kaki sembab.</li>
<li>Kemerahan dan iritasi pada      kedua belah putih mata.</li>
<li>Pembengkakan pada kelenjar      lymphe (kelenjar getah bening) di leher.</li>
<li>Iritasi dan inflamasi pada      bibir, rongga mulut dan tenggorokan.</li>
<li>Anak merasa tidak nyaman dan      rewel.</li>
</ul>
<div id="attachment_79" class="wp-caption alignnone" style="width: 160px"><img class="size-full wp-image-79 " title="ruam pada kulit" src="http://www.ayahbunda.net/wp-content/uploads/2009/09/ruam-pada-kulit.jpg" alt="Gambar dari library.thinkquest.org" width="150" height="150" /><p class="wp-caption-text">Gambar dari library.thinkquest.org</p></div>
<p>Faktor penyebab PK sampai saat ini belum diketahui dengan jelas namun tampaknya tidak menular dan tidak bersifat menurun. Beberapa hasil studi melaporkan bahwa factor yang penyebab penyakit ini adalah infeksi virus namun hingga saat ini data-data tersebut masih diperdebatkan. Memang diketahui bahwa sangat jarang terjadi dimana lebih dari 1 anak dalam sebuah keluarga yang terkena PK, dan kurang dari 2% dimana seorang anank terkena PK untuk kedua kalinya.</p>
<p><strong>Bagaimana Penyakit Kawasaki dapat mengenai jantung?</strong></p>
<div id="attachment_80" class="wp-caption alignright" style="width: 309px"><img class="size-full wp-image-80" title="pengumpalan darah pada jantung" src="http://www.ayahbunda.net/wp-content/uploads/2009/09/pengumpalan-darah-pada-jantung.gif" alt="Gambar dari bryanking.net" width="299" height="299" /><p class="wp-caption-text">Gambar dari bryanking.net</p></div>
<p>Bagian yang paling sering terkena dari jantung adalah pembuluh darah koroner. Bagian ini dapat melemah dan melebar (menonjol) dan menjadi aneurisma. Penggumpalan darah dapat terjadi pada area yang melemah ini, sehingga menyumbat arteri tersebut, dimana terkadang menyebabkan serangan jantung (heart attack). Aneurisma dapat juga pecah namun hal ini jarang terjadi. Perubahan lain yang dapat terjadi adalah peradangan/inflamasi pada otot jantung (miocarditis), dan pada kantong yang mengelilingi jantung (pericarditis).</p>
<p>Irama jantung yang abnormal (aritmia) dan radang pada katup-katup jantung (valvulitis) dapat juga terjadi. Biasanya semua masalah yang terjadi pada jantung tersebut akan menghilang dalam waktu 5-6 minggu, namun kadang kala kerusakan pada pembuluh darah koroner bisa menetap untuk waktu yang lama.</p>
<p><strong>Bagaimana Caranya mengobati Penyakit Kawasaki?</strong></p>
<p>Meskipun penyebab pasti PK belum diketahui, beberapa obat tertentu terbukti mampu untuk mengobati penyakit ini, <em>Aspirin</em> misalnya sering digunakan pada penyakit PK untuk menurunkan panas, mengurangi iritasi/ruam kulit, nyeri sendi dan dapat mencegah penggumpalan darah. Obat jenis lain seperti <em>Intravenous Immunoglobulin</em> (IVIG) dipakai untuk mengurangi resiko terjadinya kelainan/kerusakan pada pembuluh darah koroner, ini harus diberikan sedini mungkin.</p>
<p>Sebagian besar informasi dikutip dari AmericanHearth.org</p>
<p>Oleh Dr.F.S. Suherman, Sp.A  -  RSKI Denpasar</p>
<img src="http://www.ayahbunda.net/?ak_action=api_record_view&id=77&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayahbunda.net/penyakit-kawasaki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyakit Pneumokokus atau IPD</title>
		<link>http://www.ayahbunda.net/penyakit-pneumokokus-atau-ipd/</link>
		<comments>http://www.ayahbunda.net/penyakit-pneumokokus-atau-ipd/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Aug 2009 23:16:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>laksmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit pada bayi]]></category>
		<category><![CDATA[IPD]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit pneumokokus]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin pneumokokus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayahbunda.net/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Bulan lalu waktu imunisasi anak saya yang kedua dokter mengatakan ada vaksin baru yang mungkin anak saya yang pertama belum dapatkan yaitu vaksin pneumokokus. Lalu saya cari tahu apa sebenarnya Pneumokokus / IPD (Invasive Pneumococcal Disease) itu?
Apakah IPD?
IPD adalah merupakan sekelompok penyakit yang terdiri dari:

Radang Paru-paru (Pneumonia)
Radang selaput otak      (meningitis)
Infeksi darah (Bakterimia)
Sepsis (kelanjutan infeksi      darah yang dapat mengakibatkan syok dan kegagalan fungsi organ tubuh.

Penyakit-penyakit ini dapat menyebabkan kematian.
Apakah Penyebab IPD?
IPD disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae (Pneumokokus) yang menyebabkan kematian utama ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan lalu waktu imunisasi anak saya yang kedua dokter mengatakan ada vaksin baru yang mungkin anak saya yang pertama belum dapatkan yaitu vaksin pneumokokus. Lalu saya cari tahu apa sebenarnya Pneumokokus / IPD (<em>Invasive Pneumococcal Disease</em>) itu?</p>
<p><strong>Apakah IPD?</strong></p>
<p>IPD adalah merupakan sekelompok penyakit yang terdiri dari:</p>
<ul>
<li>Radang Paru-paru (Pneumonia)</li>
<li>Radang selaput otak      (meningitis)</li>
<li>Infeksi darah (Bakterimia)</li>
<li>Sepsis (kelanjutan infeksi      darah yang dapat mengakibatkan syok dan kegagalan fungsi organ tubuh.</li>
</ul>
<p>Penyakit-penyakit ini dapat menyebabkan kematian.</p>
<p><strong>Apakah Penyebab IPD?</strong></p>
<p>IPD disebabkan oleh bakteri <em>Streptococcus pneumoniae</em> (Pneumokokus) yang menyebabkan kematian utama satu juta bayi dan balita setiap tahunnya di seluruh dunia. IPD terbanyak menyerang bayi dan anak-anak dibawah usia 2 tahun.</p>
<p><strong>Gejala-gejala IPD</strong></p>
<ol>
<li>Radang Paru (Pneumonia) –      demam tinggi, nyeri dada saat bernafas, batuk berdahak, denyut nadi cepat,      lemah, lemas dan sesak nafas. Kadang-kadang disertai mual, muntah dan      nyeri kepala. Pada bayi biasanya ditandai dengan rewel dan kurang nafsu      makan.</li>
<li>Radang selaput otak      (meningitis) – demam tinggi, kejang, gelisah, lesu, muntah, nyeri kepala,      gangguan kesadaran hingga koma.</li>
<li>Infeksi darah (bakterimia) –      gejalanya akan lebih berat karena merupakan komplikasi dari pneumonia dan      dapat mengakibatkan meningitis.</li>
<li>Sepsis – dapat mengakibatkan      syok septic, kegagalan fungsi organ tubuh dan kematian.</li>
</ol>
<p><strong>Apakah IPD dapat diobati?</strong></p>
<p>IPD dapat diobati dengan pemberian antibiotika dosis tinggi, tetapi saat ini banyak bakteri <em>S. pneumoniae</em> yang sudah kebal terhadap beberapa antibiotika, sehingga semakin mempersulit pengobatannya. Walaupun bisa sembuh tapi dapat menimbulkan dampak seperti kelumpuhan dan kehilangan pendengaran.</p>
<p><strong>Apa akibat Meningitis yang ditimbulkan oleh IPD?</strong></p>
<p>Meningitis pneumokokus dapat menyebabkan kematian dan kecacatan yang permanent berupa:</p>
<ul>
<li>Ketulian</li>
<li>Retardasi mental</li>
<li>Kemunduran inteligensi</li>
<li>Kelumpuhan</li>
<li>Gangguan syaraf</li>
</ul>
<p><strong>Siapa saja yang dapat terserang?</strong></p>
<p>IPD sebenarnya dapat menyerang siapa saja dan dimana saja karena bakteri pneumokokus secara normal berada di dalam rongga hidung dan tenggorokan. Dapat menjadi ganas pada kelompok umur yang rentan yaitu bayi dan anak-anak dibawah usia 2 tahun.</p>
<p><strong>Bagaimana Penularannya?</strong></p>
<p>Penularannya melalui percikan ludah, ketika orang yang sudah terinfeksi kuman <em>S. pneumoniae </em>itu batuk, bersin ataupun berbicara.</p>
<p><strong>Bagaimana melindungi bayi dari IPD?</strong></p>
<p>Caranya dengan memberikan vaksin pneumokokus dimulai pada usia 2 bulan.</p>
<p><strong>Apakah vaksin ini aman?</strong></p>
<p>Reaksi umum yang ditimbulkan oleh vaksin pneumokokus sama seperti semua jenis vaksin. Pada studi klinis, reaksi umum dari vaksinasi yang paling banyak dilaporkan adalah demam ringan, rewel dan kemerahan (rash) pada kulit.</p>
<img src="http://www.ayahbunda.net/?ak_action=api_record_view&id=70&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayahbunda.net/penyakit-pneumokokus-atau-ipd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEJANG DEMAM</title>
		<link>http://www.ayahbunda.net/kejang-demam/</link>
		<comments>http://www.ayahbunda.net/kejang-demam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 13:36:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>laksmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit pada bayi]]></category>
		<category><![CDATA[anak demam]]></category>
		<category><![CDATA[kejang demam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayahbunda.net/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[ 
Kejang Demam (Febrile Convulsion) adalah kejang pada bayi atau anak-anak yang terjadi akibat demam, tanpa adanya infeksi pada susunan saraf pusat maupun kelainan saraf lainnya. Seorang anak yang mengalami kejang demam, tidak berarti dia menderita epilepsy karena epilepsy ditandai dengan kejang berulang yang tidak dipicu oleh adanya demam.
Hampir sebanyak 1 dari setiap 25 anak pernah mengalami kejang demam dan lebih dari sepertiganya dari anak-anak tersebut mengalaminya lebih dari 1 kali.
Kejang demam biasanya terjadi pada anak-anak yang berusia antara 6 bulan – 5 tahun dan jarang terjadi sebelum usia 6 ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p>Kejang Demam (<em>Febrile Convulsion</em>) adalah kejang pada bayi atau anak-anak yang terjadi akibat demam, tanpa adanya infeksi pada susunan saraf pusat maupun kelainan saraf lainnya. Seorang anak yang mengalami kejang demam, tidak berarti dia menderita epilepsy karena epilepsy ditandai dengan kejang berulang yang tidak dipicu oleh adanya demam.</p>
<p>Hampir sebanyak 1 dari setiap 25 anak pernah mengalami kejang demam dan lebih dari sepertiganya dari anak-anak tersebut mengalaminya lebih dari 1 kali.</p>
<p>Kejang demam biasanya terjadi pada anak-anak yang berusia antara 6 bulan – 5 tahun dan jarang terjadi sebelum usia 6 bulan maupun sesudah 3 tahun.</p>
<p><strong>Faktor-faktor yang mempengaruhi kejang demam berulang:</strong></p>
<ul>
<li>Usia ketika pertama kali      terserang kejang demam (kurang dari 15 bulan)</li>
<li>Sering mengalami demam</li>
<li>Riwayat keluarga yang juga      menderita kejang demam. Jika kejang terjadi segera setelah demam atau suhu      tubuh relative rendah, maka besar kemungkinannya akan terjadi kembali      kejang demam.</li>
</ul>
<p>Kejang demam bisa membuat orang tua cemas, tetapi sebetulnya tidak berbahaya.  Selama kejang berlangsung, ada kemungkinan anak akan mengalami cedera karena terjatuh atau tersedak makanan maupun ludahnya sendiri. Belum bisa dibuktikan bahwa kejang demam bisa menyebabkan kerusakan otak. Penelitian menunjukkan anak-anak yang pernah mengalami kejang demam memiliki prestasi dan kecerdasan yang normal disekolahnya. 95 – 98% dari anak-anak yang pernah mengalami kejang demam, tidak berlanjut menjadi epilepsy. Tetapi beberapa anak memiliki resiko tinggi menderita epilepsy, jika:</p>
<ul>
<li>Kejang demam berlangsung      lama.</li>
<li>Kejang hanya mengenai bagian      tubuh tertentu</li>
<li>Kejang demam yang berulang      dalam waktu 24 jam</li>
<li>Anak menderita cerebral      palsy, gangguan pertumbuhan atau kelainan saraf lainnya.</li>
</ul>
<p><strong>Penyebab </strong></p>
<p>Penyebab yang pasti dari terjadinya kejang demam tidak diketahui. Kejang demam biasanya berhubungan denagn demam yang tiba-tiba tinggi dan kebanyakan terjadi pada hari pertama anak mengalami demam.</p>
<p>Kejang berlangsung selama beberapa detik sampai beberapa menit. Kejang demam cenderung ditemukan dalam satu keluarga, sehingga diduga melibatkan faktor keturunan (factor genetik). Kadang kejang yang berhubungan dengan demam disebabkan oleh penyakit lain seperti, keracunan, meningitis atau ensefalitis. Roseola atau infeksi oleh virus herpes manusia 6 juga sering menyebabkan kejang demam pada anak-anak. Disentri karena Shigella juga sering menyebabkan demam tinggi dan kejang demam pada anak-anak.</p>
<p><strong>Gejalanya</strong> <strong>berupa:</strong></p>
<ul>
<li>Demam (terutama demam tinggi      atau kenaikan suhu tubuh yang terjadi secara tiba-tiba)</li>
<li>Kejang tonik-klonik atau      grand mal</li>
<li>Pingsan yang berlangsung      selama 30 detik-5 menit (hampir selalu terjadi pada anak-anak yang      mengalami kejang demam)</li>
<li>Postur tonik (kontraksi dan      kekakuan otot menyeluruh yang biasanya berlangsung selama 10-20 detik)</li>
<li>Gerakan klonik (kontraksi dan      relaksasi otot yang kuat dan berirama biasanya berlangsung 1-2 menit</li>
<li>Lidah atau pipinya tergigit</li>
<li>Gigi atau rahangnya terkatup      rapat</li>
<li>Inkontinensia (mengeluarkan      air kemih atau tinja diluar kesadarannya)</li>
<li>Gangguan pernafasan</li>
<li>Apneu (henti nafas)</li>
<li>Kulitnya kebiruan.</li>
</ul>
<p><strong>Setelah mengalami kejang biasanya:</strong></p>
<ul>
<li>Akan kembali sadar dalam      waktu beberapa menit atau tertidur selama 1 jam atau lebih.</li>
<li>Terjadi amnesia (tidak ingat      apa yang telah terjadi) – sakit kepala.</li>
<li>Mengantuk</li>
<li>Linglung (sementara dan      sifatnya ringan)</li>
<li>Jika kejang tunggal      berlangsung kurang dari 5 menit, maka kemungkinan terjadinya cedera otak      atau kejang menahun adalah kecil.</li>
</ul>
<p><strong>Diagnosa</strong></p>
<p>Diagnosis ditegakkan berdasarkan adanya kejang  pada seorang anak yang mengalami demam dan sebelumnya tidak ada riwayat epilepsy. Suhu tubuh yang diukur dengan cara memasukkan thermometer ke dalam lubang dubur, menunjukkan angka lebih besar dari 38,9<sup>0</sup>C.</p>
<p>Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah:</p>
<ul>
<li>EEG (perekaman aktivitas      listrik di otak)</li>
<li>CT scan kepala</li>
<li>Pungsi lumbal</li>
<li>Pemeriksaan neurologist.</li>
</ul>
<p><strong>Pengobatan</strong></p>
<p>Orang tua sebaiknya tetap tenang dan mengawasi anaknya. Untuk mencegah terjadinya cedera sebaiknya anak dibaringkan dilantai atau tanah, singkirkan benda-benda yang bisa melukai anak. Jangan menahan atau menggendong anak selama kejang berlangsung. Supaya tidak tersedak, baringkan anak dalam posisi miring atau telungkup. Jangan memasukkan apapun kedalam mulut anak karena bisa melukai dan menyumbat saluran pernafasan.</p>
<p>Jika kejang berlangsung selama lebih dari 10 menit, anak harus segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Untuk mengatasi demam bisa diberikan <em>asetaminofen</em> atau <em>ibuprofen</em>. Aspirin sebaiknya tidak digunakan untuk mengobati demam pada anak-anak karena resiko terjadinya sindroma Reye. Penyebab demam harus diobati.</p>
<p><strong>Pencegahan</strong></p>
<p>Kejang bisa terjadi jika suhu tubuh naik atau turun dengan cepat. Pada sebagian besar kasus, kejang terjadi tanpa terduga atau tidak dapat dicegah. Dulu digunakan obat anti kejang sebagai tindakan pencegahan pada anak-anak yang sering mengalami kejang demam. Tetapi hal ini sekarang sudah jarang dilakukan. Kepada anak-anak yang cenderung mengalami kejang demam, pada saat mereka menderita demam bisa diberikan <em>diazepam</em> (baik yang melalui mulut maupun rectal).</p>
<p>Sumber: <em>Newsletter RS Kasih Ibu Edisi IX, April-Juni 2009</em></p>
<p>Editor: <em>dr. Gary Adhianto, SpA</em></p>
<img src="http://www.ayahbunda.net/?ak_action=api_record_view&id=64&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayahbunda.net/kejang-demam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyakit Kuning /Jaundice Pada Bayi Baru Lahir</title>
		<link>http://www.ayahbunda.net/penyakit-kuning-jaundice-pada-bayi-baru-lahir/</link>
		<comments>http://www.ayahbunda.net/penyakit-kuning-jaundice-pada-bayi-baru-lahir/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 07:34:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>laksmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit pada bayi]]></category>
		<category><![CDATA[bilirubin]]></category>
		<category><![CDATA[jaundice]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit kuning pada bayi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayahbunda.net/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Apa Itu Jaundice?
Jaundice adalah penyakit yang terjadi pada beberapa hari setelah bayi lahir. Biasanya menyebabkan kulit bayi, mata dan mulut berwarna kuning. Warna kuning ini disebabkan oleh bilirubin.
Bilirubin dibuat ketika tubuh melepaskan sel-sel darah merah yang sudah tua. Ini merupakan proses normal yang terjadi seumur hidup kita. Setelah itu bilirubin menuju ke usus dan ginjal lalu keseluruh tubuh. Jika terlalu banyak bilirubin yang dilepaskan ke seluruh tubuh bayi maka itu menyebabkan warna kuning yang disebut Jaundice.
Jaundice umum terjadi pada bayi dan biasanya bukan merupakan hal yang berbahaya.
 
Kenapa Bayi  bisa terkena ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Apa Itu Jaundice?</span></strong></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Jaundice adalah penyakit yang terjadi pada beberapa hari setelah bayi lahir. Biasanya menyebabkan kulit bayi, mata dan mulut berwarna kuning. Warna kuning ini disebabkan oleh <em style="mso-bidi-font-style: normal;">bilirubin.</em></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0pt;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Bilirubin</span></em><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"> dibuat ketika tubuh melepaskan sel-sel darah merah yang sudah tua. Ini merupakan proses normal yang terjadi seumur hidup kita. Setelah itu <em style="mso-bidi-font-style: normal;">bilirubin</em> menuju ke usus dan ginjal lalu keseluruh tubuh. Jika terlalu banyak bilirubin yang dilepaskan ke seluruh tubuh bayi maka itu menyebabkan warna kuning yang disebut Jaundice.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Jaundice umum terjadi pada bayi dan biasanya bukan merupakan hal yang berbahaya.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Kenapa Bayi<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>bisa terkena penyakit Jaundice?</span></strong></p>
<p style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Siklus sel darah merah pada bayi lebih pendek daripada orang dewasa. Ini berarti lebih banyak <em style="mso-bidi-font-style: normal;">bilirubin</em> yang dilepaskan melalui organ hati bayi anda. Kadang-kadang hati bayi belum cukup matang untuk mengatasi jumlah birubin yang berlebih.<strong><span style="font-family: Verdana;"> </span></strong></span></p>
<p><strong><span style="font-weight: normal; font-size: 10pt; font-family: Verdana; mso-bidi-font-weight: bold;">Jaundice terjadi ketika organ hati bayi tidak bisa menghilangkan <em style="mso-bidi-font-style: normal;">bilirubin</em> dari darah secara cepat. <em style="mso-bidi-font-style: normal;">Bilirubin</em> yang berlebih yang tidak dapat keluar dari tubuh kemudian berkumpul pada kulit bagian putih bola mata.</span></strong></p>
<p style="margin: 0in 0in 0pt;"><strong><span style="font-weight: normal; font-size: 10pt; font-family: Verdana; mso-bidi-font-weight: bold;">Kejadian ini umum terjadi pada bayi dengan keadaan berikut:</span></strong></p>
<p style="margin: 0in 0in 0pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><strong><span style="font-weight: normal; font-size: 10pt; font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-bidi-font-weight: bold; mso-bidi-font-family: Symbol;"><span style="mso-list: Ignore;">·<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">         </span></span></span></strong><strong><span style="font-weight: normal; font-size: 10pt; font-family: Verdana; mso-bidi-font-weight: bold;">Bayi yang lahir prematur</span></strong></p>
<p style="margin: 0in 0in 0pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><strong><span style="font-weight: normal; font-size: 10pt; font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-bidi-font-weight: bold; mso-bidi-font-family: Symbol;"><span style="mso-list: Ignore;">·<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">         </span></span></span></strong><strong><span style="font-weight: normal; font-size: 10pt; font-family: Verdana; mso-bidi-font-weight: bold;">Bayi yang memiliki golongan darah yang berbeda dengan ibunya</span></strong></p>
<p style="margin: 0in 0in 0pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><strong><span style="font-weight: normal; font-size: 10pt; font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-bidi-font-weight: bold; mso-bidi-font-family: Symbol;"><span style="mso-list: Ignore;">·<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">         </span></span></span></strong><strong><span style="font-weight: normal; font-size: 10pt; font-family: Verdana; mso-bidi-font-weight: bold;">Bayi yang memiliki kelainan pada hati dan gangguan kesehatan lainnya.</span></strong></p>
<p style="margin: 0in 0in 0pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><strong><span style="font-weight: normal; font-size: 10pt; font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-bidi-font-weight: bold; mso-bidi-font-family: Symbol;"><span style="mso-list: Ignore;">·<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">         </span></span></span></strong><strong><span style="font-weight: normal; font-size: 10pt; font-family: Verdana; mso-bidi-font-weight: bold;">Bayi yang kekurangan cairan.</span></strong></p>
<p style="margin: 0in 0in 0pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><strong><span style="font-weight: normal; font-size: 10pt; font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-bidi-font-weight: bold; mso-bidi-font-family: Symbol;"><span style="mso-list: Ignore;">·<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">         </span></span></span></strong><strong><span style="font-weight: normal; font-size: 10pt; font-family: Verdana; mso-bidi-font-weight: bold;">Bayi yang diberi ASI</span></strong></p>
<p><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Bagaimana ciri-ciri bayi yang terkena Jaundice?</span></strong></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Anda harus melihat perubahan warna pada kulit bayi anda. Anda juga harus cek bagian putih bola mata bayi dan bagian dalam mulut bayi anda yang berwarna merah muda. Jika itu berwarna kekuningan mungkin bayi anda terkena Jaundice.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Waktu anak saya terkena penyakit ini dokter mengeceknya dengan menekan kulit perlahan pada bagian dada dengan jari dan ini terlihat perbedaan warnanya. Lampu neon yang putih biasanya menyulitkan kita untuk melihat perbedaan warnanya, jadi sebaiknya cek pada waktu siang hari.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Berikut beberapa gejala bila bayi anda terkena Jaundice:</span></p>
<p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level1 lfo2; tab-stops: list .5in;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-bidi-font-family: Symbol;"><span style="mso-list: Ignore;">·<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">         </span></span></span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Kulit bayi dan bagian putih bola mata berwarna kekuningan. Bayi juga mungkin mengalami kekuningan pada membrane mukosa, seperti pada gusi dan lidah atau pada kuku tangan dan kaki.</span></p>
<p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level1 lfo2; tab-stops: list .5in;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-bidi-font-family: Symbol;"><span style="mso-list: Ignore;">·<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">         </span></span></span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Urine yang berwarna kuning pekat</span></p>
<p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level1 lfo2; tab-stops: list .5in;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-bidi-font-family: Symbol;"><span style="mso-list: Ignore;">·<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">         </span></span></span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Kelihatan lelah dan agak rewel</span></p>
<p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level1 lfo2; tab-stops: list .5in;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-bidi-font-family: Symbol;"><span style="mso-list: Ignore;">·<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">         </span></span></span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Bayi anda kurang cairan/minum</span></p>
<p><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Bagaimana pengobatan penyakit Jaundice</span></strong></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Jika kadar <em style="mso-bidi-font-style: normal;">bilirubin</em> tidak terlalu tinggi biasanya tidak perlu pengobatan. Biasanya dokter menyarankan untuk memberikan ASI atau susu formula lebih sering.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Sekedar sharing pengalaman, waktu anak saya mengalami ini dokter memberikan obat (tidak tahu namanya) lalu saya disarankan untuk memindahkan box bayi/tempat tidurnya ke dekat jendela supaya bayi tekena sinar matahari pagi. Dokter menyarankan untuk tidak tekena sinar secara langsung, melainkan lewat kaca jendela. Lakukan kurang lebih ½ &#8211; 1 jam dengan catatan, waktunya antara pukul 7 sampai 9 pagi. Jangan lupa berikan ASI atau susu sepuasnya bayi.</span></p>
<p><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Apakah Jaundice Berbahaya bagi bayi?</span></strong></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Pada bayi yang lahir sehat dan tidak ada kelainan, jaundice bukan masalah yang serius. Tapi bagaimanapun juga <em style="mso-bidi-font-style: normal;">bilirubin</em> yang sangat tinggi jumlahnya dapat berbahaya. Ini dapat menyebabkan bayi mengalami kerusakan otak.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Periksa ke dokter anak anda untuk mengecek kadar <em style="mso-bidi-font-style: normal;">bilirubun</em>, jika perlu dokter akan memberikan obat. Ini biasanya untuk mencegah agar levelnya tidak terlalu tinggi.</span></p>
<p><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Berapa lama Jaundice biasanya terjadi?</span></strong></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Lamanya berbeda pada setiap bayi. Biasanya jumlah <em style="mso-bidi-font-style: normal;">bilirubun</em> meningkat pada 3 – 4 hari pertama setelah lahir, lalu pelan-pelan menurun. Bayi yang diberi ASI biasanya terkena jaundice ringan untuk waktu yang sedikit lebih lama dari bayi yang diberi susu formula. Tapi hal ini tidak akan mengurangi segudang kebaikan ASI.</span></p>
<img src="http://www.ayahbunda.net/?ak_action=api_record_view&id=60&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayahbunda.net/penyakit-kuning-jaundice-pada-bayi-baru-lahir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
