<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Mama &#187; Headline</title>
	<atom:link href="http://www.ayahbunda.net/category/headline/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ayahbunda.net</link>
	<description>Berbagi Cerita Seputar Kehamilan, Mengurus Bayi, Kesehatan Anak dan Tumbuh Kembangnya.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Jan 2011 21:09:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Recognizing Signs of Infertility Earlier!</title>
		<link>http://www.ayahbunda.net/recognizing-signs-of-infertility-earlier/</link>
		<comments>http://www.ayahbunda.net/recognizing-signs-of-infertility-earlier/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 04:17:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>laksmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pra kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[signs of infertility]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayahbunda.net/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Infertility, for a married couple can be the root of many inter-marital problems. Sometimes these problems can lead even up to the couple being divorced. Usually after an year of unprotected sex without a success raises the first alarm among many other signs of infertility. However, before consulting a doctor on the grounds of infertility, a couple also needs to eliminate other factors that could be responsible for unsuccessful baby making. One of these factors can be incorrect timing in having sex. In order to be productive, sexual intercourse should ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ayahbunda.net/wp-content/uploads/2010/11/Signs-of-Infertility.jpg"><img class="size-full wp-image-146 alignright" title="Signs of Infertility" src="http://www.ayahbunda.net/wp-content/uploads/2010/11/Signs-of-Infertility.jpg" alt="" width="276" height="183" /></a>Infertility, for a married couple can be the root of many inter-marital problems. Sometimes these problems can lead even up to the couple being divorced. Usually after an year of unprotected sex without a success raises the first alarm among many other signs of infertility. However, before consulting a doctor on the grounds of infertility, a couple also needs to eliminate other factors that could be responsible for unsuccessful baby making. One of these factors can be incorrect timing in having sex. In order to be productive, sexual intercourse should occur around the time of ovulation. Moreover, during this period more than one attempt at baby making must be made to increase the probability of conception.</p>
<p>Recognizing signs of infertility earlier greatly increases the chance of the couple being successfully treated for the causes. In women, an irregular menstrual cycle is perhaps the most obvious among the signs of infertility. Irregular menstrual cycles are warnings of ovulation problems. If the cycle is too long (more than 35 days) or too short (less than 24 days) it is advised to seek medical consultancy. Additionally, during menstrual period if the bleeding is intense, unusually light, or comes with severe stomach cramps they could also hint fertility problems. Overweight or underweight women, as well as  athletes engaged in strenuous physical exercise could also fall victims to infertility. If a woman has had recurrent miscarriages, that could also be taken as one of the signs of infertility. Although miscarriages are not uncommon, doctors begin to suspect infertility after three successive miscarriages. Physical anomalies such as Endometriosis, Stenosis, Fibroids and pelvic inflammatory diseases may also contribute heavily toward infertility in women.</p>
<p>Only 40% &#8211; 50% of infertility problems are caused by female factors mentioned above. 30% &#8211; 40% of infertility issues are caused by male factors such as retrograde ejaculation, impotence, hormone imbalance, illnesses like mumps, and decreased sperm count. The balance 10% &#8211; 30% signs of infertility come from both sides. Prolonged use of alcohol and/or drugs, sexually transmitted diseases (STDs), old age (35 years and above), treatments for cancer and other chronic illnesses are such causes of infertility.</p>
<p>Signs of infertility can be successfully treated in a variety of ways thanks to new advances in medicine. Both psychological as well as physical therapy is administered when treating for infertility. The spectrum of physical treatments for signs of infertility ranges from drugs to enhance ovulation to sophisticated procedures such as vitro fertilization. Psychological treatments include counseling and educating the couple in productive sexual intercourse. Prevention of signs of infertility is as important as being diagnosed and subjected for treatment. Being engaged in safe sex can significantly minimize the risk of STD related infertility. Immunization against diseases like mumps can prevent sterility in men.</p>
<p>” Lisa  Olson-  certified nutritionist and former infertility sufferer teaches  you  her step by step   pregnancy success system jam-packed with a valuable  information on how  to naturally and permanently eliminate all  infertility issues   from the ROOT and give birth to healthy children.<br />
<a href="http://e8e7d338q866qt5fs4sgmc0470.hop.clickbank.net/">Click Here –&gt;</a></p>
<img src="http://www.ayahbunda.net/?ak_action=api_record_view&id=143&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayahbunda.net/recognizing-signs-of-infertility-earlier/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Ibu Harus Tetap Menyusui Saat Sedang Sakit?</title>
		<link>http://www.ayahbunda.net/apakah-ibu-harus-tetap-menyusui-saat-sedang-sakit/</link>
		<comments>http://www.ayahbunda.net/apakah-ibu-harus-tetap-menyusui-saat-sedang-sakit/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 07:01:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>laksmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[pemberian asi waktu sedang sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayahbunda.net/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan ini juga sempat terlintas dipikiran saya waktu menyusui anak pertama saya sekitar 3 tahun yang lalu. Karena saya memberikan asi eksklusif jadi penting untuk saya mengetahui informasi tentang hal ini. Berikut adalah penjelasan dari beberapa sumber yang saya dapat di internet.
Salah satu sumber mengungkapkan bahwa sangat jarang bagi seorang ibu perlu berhenti menyusui untuk setiap penyakit. Hanya ada beberapa penyakit yang sangat serius yang mungkin memerlukan seorang ibu berhenti menyusui untuk sementara waktu atau secara permanen. Menurut Dr Ruth Lawrence, &#8220;HIV dan HTLV-1 adalah satu-satunya penyakit menular yang dianggap ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ayahbunda.net"><img class="alignright size-medium wp-image-136" title="ibu sakit" src="http://www.ayahbunda.net/wp-content/uploads/2010/01/Ibu-sakit-300x199.jpg" alt="ibu sakit" width="300" height="199" /></a>Pertanyaan ini juga sempat terlintas dipikiran saya waktu menyusui anak pertama saya sekitar 3 tahun yang lalu. Karena saya memberikan asi eksklusif jadi penting untuk saya mengetahui informasi tentang hal ini. Berikut adalah penjelasan dari beberapa sumber yang saya dapat di internet.</p>
<p>Salah satu sumber mengungkapkan bahwa sangat jarang bagi seorang ibu perlu berhenti menyusui untuk setiap penyakit. Hanya ada beberapa penyakit yang sangat serius yang mungkin memerlukan seorang ibu berhenti menyusui untuk sementara waktu atau secara permanen. Menurut Dr Ruth Lawrence, &#8220;HIV dan HTLV-1 adalah satu-satunya penyakit menular yang dianggap mutlak dilarang untuk menyusui di negara-negara maju&#8221; (Lawrence &amp; Lawrence 2001).</p>
<p>Sedangkan untuk penyakit biasa seperti penyakit pilek, sakit tenggorokan, sakit perut, demam, sakit kepala, dll, Anda dapat terus menyusui. Hanya anda perlu memberitahukan dokter bahwa anda sedang menyusui sehingga bisa diberikan obat yang aman untuk digunakan saat menyusui. Sekarang sudah banyak obat-obatan yang aman untuk dikonsumsi saat Anda menyusui, dan bagi anda yang menggunakan obat yang dijual bebas perhatikan kontradindikasinya, biasanya dicantumkan peringatan apakah aman untuk ibu hamil atau menyusui.</p>
<p>Jika seorang ibu mengalami keracunan makanan, menyusui dapat tetap dilanjutkan. Selama gejala terbatas pada saluran pencernaan (muntah, diare, kram perut), menyusui dapat terus tanpa gangguan karena tidak ada resiko bagi bayi. Ini adalah kasus dengan sebagian besar kejadian keracunan makanan.</p>
<p>Tetapi jika keracunan makanan berkembang menjadi keracunan darah, yang berarti bakteri telah masuk ke dalam aliran darah ibu (septicemia) dan kemungkinan besar bakteri bisa mencapai air susu, Anda tetap dapat terus menyusui setelah mendapatkan antibiotik yang aman untuk ibu menyusui. Jika organisme penyebab infeksi sangat mematikan atau menular (misalnya, infeksi invasif streptokokus kelompok A yang menyebabkan penyakit yang berat pada ibu), menyusui dapat  dilanjutkan setelah penghentian sementara selama 24 jam pertama setelah ibu mendapatkan terapi. profilaksis atau terapi empiris untuk bayi, melawan organisme yang sama, dapat diindikasikan. [Sumber: Lawrence RM &amp; Lawrence RA. <em>Given the Benefits of Breastfeeding, what Contraindications Exist?</em> <em><br />
Pediatric Clinics of North America</em> 2001 (February);48(1): 235-51.]</p>
<p>Hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk bayi Anda ketika Anda sakit adalah tetap terus menyusui. Bila Anda memiliki penyakit menular seperti flu, atau virus ringan lainnya, anda dapat menularkannya kepada bayi anda tapi bukan melalui asi. Asi tidak akan menularkan penyakit kepada bayi Anda, Asi bahkan memiliki antibodi di dalamnya yang ditujukan khusus untuk penyakit Anda (plus segala sesuatu yang Anda atau bayi telah terkena) – antibodi ini akan membantu mencegah bayi dari sakit, atau jika ia tidak sakit, itu mungkin terjadi karena kontak langsung dengan anda.</p>
<blockquote>
<p align="center"><strong><em>Menghentikan pemberian ASI selama anda sakit bisa meningkatkan</em></strong><strong><em> kemungkinan bayi anda akan sakit, dan merampas hak bayi  untuk mendapat kenyamanan dan gizi terbaik dari ASI.</em></strong></p>
</blockquote>
<p>Seperti yang disebutkan di atas bahwa asi tidak menularkan penyakit kepada bayi anda, tapi bayi anda mungkin saja sakit karena kontak langsung dengan anda. Berikut beberapa tips yang saya lakukan untuk mengurangi resiko tersebut:</p>
<ol>
<li>Minum      multivitamin khusus untuk ibu menyusui (tapi kalau tidak punya yang lain      juga boleh)</li>
<li>Sering mencuci tangan, menghindari bersin / batuk pada      bayi, anda bisa beli masker yang murah di apotik.</li>
<li>membatasi tatap muka kontak misalnya Ketika      Anda sakit usahakan bayi tidur di tepat tidurnya sendiri, ambil ketika      hendak menyusui saja.</li>
<li>Minum      air putih yang agak banyak.</li>
</ol>
<p><strong>Untuk diPerhatikan</strong>: Artikel ini bukan merupakan petunjuk medis, untuk hal-hal yang agak ekstrim seperti pada paragraph 4 dan 5 artikel ini anda harus tetap berkonsultasi dengan dokter anda.</p>
<img src="http://www.ayahbunda.net/?ak_action=api_record_view&id=135&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayahbunda.net/apakah-ibu-harus-tetap-menyusui-saat-sedang-sakit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengerti Tentang Ovulasi</title>
		<link>http://www.ayahbunda.net/mengerti-tentang-ovulasi/</link>
		<comments>http://www.ayahbunda.net/mengerti-tentang-ovulasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 03:21:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>laksmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pra kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[fase ovulasi]]></category>
		<category><![CDATA[hormon FSH]]></category>
		<category><![CDATA[hormon LH]]></category>
		<category><![CDATA[ovulasi]]></category>
		<category><![CDATA[periode menstruasi]]></category>
		<category><![CDATA[progesteron]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayahbunda.net/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[Saat ovulasi adalah salah satu hal yang paling penting bagi seorang wanita untuk memahami tentang tubuhnya, karena merupakan faktor penentu dalam mendapatkan kehamilan atau mencegah kehamilan. Prosesnya dapat sedikit membingungkan, mudah-mudahan tulisan dibawah ini bisa membantu anda untuk mengerti.
Ovulasi terjadi ketika telur yang matang dilepaskan dari ovarium, turun ke tuba fallopi, dan siap untuk dibuahi. Lapisan rahim telah menebal untuk mempersiapkan telur yang dibuahi. Jika tidak ada pembuahan terjadi, lapisan dinding rahim serta darah akan luruh. Peluruhan sel telur yang belum dibuahi dan dinding rahim disebut juga menstruasi.
Fakta tentang Ovulasi ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-130" title="fase ovulasi" src="http://www.ayahbunda.net/wp-content/uploads/2009/11/fase-ovulasi-300x177.gif" alt="fase ovulasi" width="300" height="177" />Saat ovulasi adalah salah satu hal yang paling penting bagi seorang wanita untuk memahami tentang tubuhnya, karena merupakan faktor penentu dalam mendapatkan kehamilan atau mencegah kehamilan. Prosesnya dapat sedikit membingungkan, mudah-mudahan tulisan dibawah ini bisa membantu anda untuk mengerti.</p>
<p>Ovulasi terjadi ketika telur yang matang dilepaskan dari ovarium, turun ke tuba fallopi, dan siap untuk dibuahi. Lapisan rahim telah menebal untuk mempersiapkan telur yang dibuahi. Jika tidak ada pembuahan terjadi, lapisan dinding rahim serta darah akan luruh. Peluruhan sel telur yang belum dibuahi dan dinding rahim disebut juga menstruasi.</p>
<p><strong>Fakta tentang Ovulasi yang perlu anda ketahui: </strong><br />
• Sebuah sel telur hidup 12-24 jam setelah meninggalkan ovarium<br />
• Biasanya hanya satu telur yang dilepaskan setiap kali ovulasi<br />
• Ovulasi dapat dipengaruhi oleh stres, penyakit atau gangguan dari kegiatan rutin sehari-hari.<br />
• Beberapa wanita mungkin mengalami beberapa bercak darah ringan selama ovulasi<br />
• Implantasi/perlekatan telur yang dibuahi biasanya terjadi 6-12 hari setelah ovulasi<br />
• Setiap wanita itu dilahirkan dengan jutaan telur yang matang menunggu mulainya ovulasi<br />
• Sebuah periode menstruasi dapat terjadi bahkan jika ovulasi tidak terjadi<br />
• Ovulasi dapat terjadi bahkan jika menstruasi tidak terjadi<br />
• Beberapa wanita bisa merasakan sedikit nyeri atau sakit di dekat ovarium selama ovulasi disebut ‘mittelschmerz’, dalam bahasa Jerman yang berarti &#8220;rasa sakit ditengah&#8221;<br />
• Jika sebuah telur tidak dibuahi, itu terpecah dan diserap ke dalam lapisan rahim</p>
<p><strong>Mengetahui Saat Ovulasi: </strong><br />
Suatu siklus bulanan wanita diukur dari hari pertama dari periode menstruasi hingga hari pertama dari periode berikutnya. Rata-rata siklus bulanan wanita biasanya adalah antara 28-32 hari, tetapi beberapa wanita mungkin memiliki siklus yang lebih pendek atau lebih lama.</p>
<p>Ovulasi dapat dihitung dari hari pertama periode menstruasi terakhir (HPHT) atau dengan menghitung 12-16 hari dari periode yang diharapkan berikutnya. Kebanyakan wanita berovulasi kapan saja di antara hari ke11 &#8211; Hari ke21 dari siklus mereka, dihitung dari hari pertama haid terakhir. Ini yang banyak orang sebut sebagai &#8220;masa subur&#8221; dari siklus wanita, karena hubungan seksual selama masa ini meningkatkan kemungkinan terjadi kehamilan. Ovulasi dapat terjadi pada berbagai waktu selama siklus, dan mungkin terjadi pada hari yang berbeda setiap bulan.</p>
<p><strong>Siklus Ovulasi terbagi dalam dua bagian: </strong><br />
Bagian pertama dari siklus ovulasi disebut fase folikular. Fase ini dimulai hari pertama periode haid terakhir (HPHT) dan berlanjut sampai terjadinya ovulasi. Ini paruh pertama dari siklus, ini dapat sangat berbeda untuk setiap wanita yang berlangsung kira-kira 7 hari sampai 40 hari.<br />
Bagian kedua siklus ini disebut fase luteal dan berlangsung dari terjadinya ovulasi hingga periode berikutnya dimulai. Fase luteal memiliki waktu yang lebih tepat dan biasanya hanya 12-16 hari dari terjadinya ovulasi. Hal ini menunjukkan bahwa hari ovulasi akan menentukan berapa lama siklus anda. Ini juga berarti bahwa faktor-faktor luar seperti stres, penyakit, dan gangguan rutinitas biasa, dapat menimbulkan terjadinya ovulasi yang kemudian efeknya terjadi perubahan waktu haid anda yang akan datang.<br />
Jadi pendapat yang mengatakan bahwa stres dapat mempengaruhi siklus menstruasi hanya sebagian benar. Stres dapat mempengaruhi ovulasi yang akhirnya menentukan saat haid akan datang, tapi stres di sekitar waktu periode yang diharapkan (fase luteal) tidak akan membuat siklus anda terlambat, karena sudah ditentukan saat itu akan datang 12-16 hari sebelumnya!</p>
<p><strong>Dari Menstruasi sampai Ovulasi (rincian yang Anda mungkin tidak tahu!) </strong><br />
Waktu siklus menstruasi Anda dimulai, tingkat hormon estrogen anda rendah. Hipotalamus anda (yang bertanggung jawab mempertahankan kadar hormon Anda) mengirimkan sebuah pesan ke kelenjar pituitari yang kemudian mengirimkan hormon  FSH (folikel stimulating hormone). FSH ini memicu beberapa folikel Anda untuk berkembang menjadi telur matang. Salah satu ini akan berkembang menjadi folikel dominan, yang akan merilis telur matang dan yang lain akan hancur. Setelah folikel matang mereka mengirimkan hormon lain, estrogen. Tinggi kadar estrogen akan memberitahu hipotalamus dan kelenjar hipofisis bahwa ada telur yang matang.</p>
<p>Luteinizing hormone (LH) kemudian dilepaskan, disebut sebagai lonjakan LH. Lonjakan LH menyebabkan telur meledak melalui dinding ovarium dalam waktu 24-36 jam dan memulai perjalanannya ke tuba tabung untuk fertilisasi. Folikel telur yang dilepaskan ini disebut korpus luteum, dan itu akan merilis progesteron yang membantu penebalan dan persiapan lapisan rahim untuk implantasi. Korpus luteum akan memproduksi progesteron selama sekitar 12-16 hari (fase luteal siklus Anda.) Jika telur dibuahi, korpus luteum akan terus memproduksi progesteron untuk kehamilan berkembang sampai plasenta mengambil alih. Anda dapat mulai mencari <a href="http://www.ayahbunda.net/10-tanda-tanda-kehamilan/" target="_self">gejala kehamilan</a> sedini satu minggu setelah pembuahan. Jika tidak terjadi pembuahan telur melarut setelah 24 jam.</p>
<p>Pada saat ini kadar hormon Anda akan menurun dan dinding rahim Anda akan mulai untuk meluruh sekitar 12-16 hari dari ovulasi. Ini adalah menstruasi (siklus menstruasi) dan membawa kita kembali ke hari 1 dari siklus Anda. Perjalanan kemudian dimulai lagi.</p>
<img src="http://www.ayahbunda.net/?ak_action=api_record_view&id=129&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayahbunda.net/mengerti-tentang-ovulasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

