Apakah Ibu Harus Tetap Menyusui Saat Sedang Sakit?
Pertanyaan ini juga sempat terlintas dipikiran saya waktu menyusui anak pertama saya sekitar 3 tahun yang lalu. Karena saya memberikan asi eksklusif jadi penting untuk saya mengetahui informasi tentang hal ini. Berikut adalah penjelasan dari beberapa sumber yang saya dapat di internet.
Salah satu sumber mengungkapkan bahwa sangat jarang bagi seorang ibu perlu berhenti menyusui untuk setiap penyakit. Hanya ada beberapa penyakit yang sangat serius yang mungkin memerlukan seorang ibu berhenti menyusui untuk sementara waktu atau secara permanen. Menurut Dr Ruth Lawrence, “HIV dan HTLV-1 adalah satu-satunya penyakit menular yang dianggap mutlak dilarang untuk menyusui di negara-negara maju” (Lawrence & Lawrence 2001).
Sedangkan untuk penyakit biasa seperti penyakit pilek, sakit tenggorokan, sakit perut, demam, sakit kepala, dll, Anda dapat terus menyusui. Hanya anda perlu memberitahukan dokter bahwa anda sedang menyusui sehingga bisa diberikan obat yang aman untuk digunakan saat menyusui. Sekarang sudah banyak obat-obatan yang aman untuk dikonsumsi saat Anda menyusui, dan bagi anda yang menggunakan obat yang dijual bebas perhatikan kontradindikasinya, biasanya dicantumkan peringatan apakah aman untuk ibu hamil atau menyusui.
Jika seorang ibu mengalami keracunan makanan, menyusui dapat tetap dilanjutkan. Selama gejala terbatas pada saluran pencernaan (muntah, diare, kram perut), menyusui dapat terus tanpa gangguan karena tidak ada resiko bagi bayi. Ini adalah kasus dengan sebagian besar kejadian keracunan makanan.
Tetapi jika keracunan makanan berkembang menjadi keracunan darah, yang berarti bakteri telah masuk ke dalam aliran darah ibu (septicemia) dan kemungkinan besar bakteri bisa mencapai air susu, Anda tetap dapat terus menyusui setelah mendapatkan antibiotik yang aman untuk ibu menyusui. Jika organisme penyebab infeksi sangat mematikan atau menular (misalnya, infeksi invasif streptokokus kelompok A yang menyebabkan penyakit yang berat pada ibu), menyusui dapat dilanjutkan setelah penghentian sementara selama 24 jam pertama setelah ibu mendapatkan terapi. profilaksis atau terapi empiris untuk bayi, melawan organisme yang sama, dapat diindikasikan. [Sumber: Lawrence RM & Lawrence RA. Given the Benefits of Breastfeeding, what Contraindications Exist?
Pediatric Clinics of North America 2001 (February);48(1): 235-51.]
Hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk bayi Anda ketika Anda sakit adalah tetap terus menyusui. Bila Anda memiliki penyakit menular seperti flu, atau virus ringan lainnya, anda dapat menularkannya kepada bayi anda tapi bukan melalui asi. Asi tidak akan menularkan penyakit kepada bayi Anda, Asi bahkan memiliki antibodi di dalamnya yang ditujukan khusus untuk penyakit Anda (plus segala sesuatu yang Anda atau bayi telah terkena) – antibodi ini akan membantu mencegah bayi dari sakit, atau jika ia tidak sakit, itu mungkin terjadi karena kontak langsung dengan anda.
Menghentikan pemberian ASI selama anda sakit bisa meningkatkan kemungkinan bayi anda akan sakit, dan merampas hak bayi untuk mendapat kenyamanan dan gizi terbaik dari ASI.
Seperti yang disebutkan di atas bahwa asi tidak menularkan penyakit kepada bayi anda, tapi bayi anda mungkin saja sakit karena kontak langsung dengan anda. Berikut beberapa tips yang saya lakukan untuk mengurangi resiko tersebut:
- Minum multivitamin khusus untuk ibu menyusui (tapi kalau tidak punya yang lain juga boleh)
- Sering mencuci tangan, menghindari bersin / batuk pada bayi, anda bisa beli masker yang murah di apotik.
- membatasi tatap muka kontak misalnya Ketika Anda sakit usahakan bayi tidur di tepat tidurnya sendiri, ambil ketika hendak menyusui saja.
- Minum air putih yang agak banyak.
Untuk diPerhatikan: Artikel ini bukan merupakan petunjuk medis, untuk hal-hal yang agak ekstrim seperti pada paragraph 4 dan 5 artikel ini anda harus tetap berkonsultasi dengan dokter anda.
Popularity: 2% [?]










Nice Web, Thank for sharing
Leave your response!